Tampilkan postingan dengan label bakdo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bakdo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2006

CERITA MUDIK UNIK

Cerita Mudi Sebenarnya sudah berlalu dan bukan lagi waktunya, orang Hari Raya sudah lama berlalu namun karena pada saatnya belum ada kesempatan untuk menceritakannya tak salah juga juga kalau baru sekarang saya cerita mudik unik yang mungkin hanya ada di tempat saya, itupun sangat jarang adanya dan mungkin hilang ini kisah beberapa tahun ke depan. 

Banyak cerita Mudik yang unik yang dilakukan para perantau untuk pulang berlebaran di kampung halaman Namun Cerita Mudik unik ini benar benar berbeda, karena yang mudik kali ini bukan perjalanan manusia pulang ke rumah melainkan pulang Pacul/Cangkul Dari tempat rantaunya. lah.. mana ada pacul/cangkul pake merantau pula? 
Begini ceritanya

Zaman Dahulu para petani biasa ke sawah dengan membawa cangkul dari rumah untuk bekerja di sawah dan setelah selesai cangkul di bawa pulang lagi, namun sekarang kebanyakan orang ke sawah sudah tidak lagi membawa cangkul dari rumah karena cangkul tidak pernah di bawa pulang dan hanya di simpan di gubuk yang di buat di sawah. 

Cangkul yang di sawah itu tidak pernah pulang kerumah kecuali mana kala Doran(Gagang cangkul) nya Patah untuk di ganti dengan yang baru dan Pada saat Bakdo Hari Raya Lebaran untuk dimandikan dalam tradisi ADUS BAKDO MANDI HARI RAYA LEBARAN       

Begitulah cerita unik mudik, bukan hanya manusia yang menjalani ritual mudik, Pacul/Cangkul dan Barang-barang sejenis juga menjalani ritual Mudik Lebaran..Memang Sudah Sangat jarang  orang yang anguri-uri (melestarikan) tradisi semacam ini namun tetap saja masih ada satu dua Orang di pelosok desa yang masih melaksanakan tradisi Jawa lama yang sudah banyak di tinggalkan seiring perkembangan Zaman dan keyakinan dan mungkin cerita semacam ini akan hilang nantinya. 



PRKAKAS RUMAH TANGGA DI CUCI/DIMANDIKAN PADA SAAT HARIRAYA
Dalam Tradisi Jawa Lama Pada Saat Bakdo/Hariraya Lebaran Perkakas Rumah Tangga Di mandikan/Dicuci Lalu Di Taruh Di Pelataran/Halaman Rumah

Rabu, 25 Januari 2006

HARI LEBARAN SAAT PALING KOTOR HALAMAN RUMAH

Lebaran Hari Raya Idulfitri adalah saat umat islam kembali bersih suci sebagaimana bayi yang baru lahir setelah satu bulan sebelumnya menjalani kewajiban berpuasa dan di tutup dengan Zakat Fitrah bagi mereka yang mampu. dalam cerita bakda di posting sebelumnya di tradisi jawa setidaknya di tempat saya tidak hanya raga yang di bersihkan saat hari raya melainkan semua perkakas rumah tangga juga di bersihkan dengan mencuci/memandikannya (ADUS BAKDO MANDI HARI RAYA LEBARAN)

Namun saat DINO BKDO/Hari Raya Lebaran itulah saat paling kotor halaman rumah di banding hari hari lainnya, karena saat hari raya setelah semua perkakas yang biasanya di buat bekerja semisal Pacul/Cangkul, Sapu dan semacamnya dimandikan/dicuci dan di kumpulkan di halaman maka tidak boleh di gunakan hingga selesai Hari Raya atau Hingga hari berikutnya.

Dengan tidak diperbolehkan peralatan yang biasa buat bekerja maka pada hari itu tak ada orang yang bekerja melainkan semua larut dalam kegiatan Hari Raya. Bahkan Menyapu Halaman Saja tidak boleh sampai selesai Bakdo/Hari Raya atau hingga hari berikutnya, padahal dahulu masih marak membakar mercon di halaman rumah sehingga pecahan kertas dari mercon berhamburan dan berserakan yang menjadikan begitu Kotor pelataran/halaman Rumah.

Begitulah Tradisi lama di tempat saya Saat Hari Raya Idulfitri saat kembali suci namun halaman rumah malah kembali kotor bahkan paling kotor lagi. Tradisi Tidak boleh menyapu halaman Saat Hari Raya sudah tidak ada yang masih menjalankannya saat ini setahu Saya. lagi pula sekarang tidak musim lagi membakar mercon yang membuat kotor halaman Rumah.

Mercon Dan Meriam Bambu yang dahulu mewarnai Hari Raya Idulfitri kini terganti dengan Mercon/Meriam Pipa Kaleng susu yang lebih murah dan relatif lebih aman namun tak kalah gelegar suaranya dan begitu semangat Anak-anak sekarang memainkannya. (CARA MEMBUAT MERCON/MERIAM PIPA KALENG SUSU)

saat hari lebaran adalah saat halaman rumah terkotor
Saat Hari Raya Dahulu Halaman Rumah Di Buat Kotor oleh Kertas Pecahan Mercon, Kini Sudah Tidak Lagi Karena Mercon Telah terganti dengan mercon/Meriam Pipa Kaleng Susu Yang Mulai Populer Lebaran Tahun Lalu, hingga Selesai Lebaran Kini Masih Pada Asyik Anak-anak Memainkannya


Senin, 23 Januari 2006

ADUS BAKDO MANDI HARI RAYA LEBARAN


PRKAKAS RUMAH TANGGA DI CUCI/DIMANDIKAN PADA SAAT HARIRAYA
Dalam Tradisi Jawa Lama Pada Saat Bakdo/Hariraya Lebaran Perkakas Rumah Tangga Di mandikan/Dicuci Lalu Di Taruh Di Pelataran/Halaman Rumah
 Mandi Saat hari Raya Itu sudah hal yang lumrah saja, bahkan itu adalah sunah yang sudah semestinya di lakukan,Bahkan dalam tradisi jawa lama tidak hanya manusia yang mandi saat hari raya lebaran, melainkan Binatang ternak dan barang barang perkakas rumah tangga semua dimandikan saat Hari Raya Lebaran.

Perkakas rumah tangga yang berat dan besar besar seperti meja kursi biasanya di mandikan/di cuci satu atau dua hari sebelumnya, sehingga dalam kebiasaan masyarakat dahulu satu dua hari sebelum hari raya di sibuk bersih bersih rumah terutama memandikan/mencuci Meja kursi.

Di Pagi buta Saat hari Raya binatang ternak Kerbau, Sapi, Kambing di arak di mandikan di kali beramai-ramain, begitu pula beragam alat perkakas rumah tangga seperti Pacul, linggis, Sabit, Sapu dan lain lainnya di Mandikan/Dicuci semua lalu di taruh di Pelataran/Halaman Rumah.

Saat ini Adat kebiasaan memandikan Semua perkakas Rumah Tangga Pada Hariraya/Bakdo Begini Sudah sangat langka dan Sedikit sekali yang masih melakukan nya, karena di rasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman dan keyakinan yang berkembang pada Masyarakat pada umumnya, yang masih melakukan Tradisi semacam ini hanyalah di keluarga yang masih terdapat Orangtua/Kakek Nenek yang masih memegang teguh tradisi nenek moyang. 

Walaupun Anak Cucu sebenarnya sudah tidak melakukannya namun untuk menghormatinya mereka taat saja apa yang di perintah walaupun yang Dicuci hanya beberapa saja untuk mewakilinya, tidak sebagaimana zaman dahulu dimana semua perkakas rumah tangga Dimandikan Pada pada Saat Bakdo Hari Raya Lebaran Dan tidak boleh menggunakan alat alat-alat itu hingga selesai Dino Bakdo/Hari Raya.

MEH BAKDO NANG NDESO


kegiatan di kampung menjelng Bakdo Hariraya

Menjelang Bakdo alias Hari Raya Berbagai kegiatan kampung banyak dilakukan Salah satu diantaranya di kampung barat kelurahan Jantiharjo, Karanganyar yang kebetulan saya lewati, begitu ramai masyarakat berkumpul untuk kerja bakti gotong royong, bahu membahu, Guyub rukun bebarengan.

Berbagai macam kegiatan dilakukan dan semua warga baik tua muda, besar kecil keluar semua dengan berbagai kegiatan. Ada yang membersihkan Barang-barang perkumpulan kampung seperti Pecah Belah/Bolo pecah dan barang-barang sejenisnya, sebagian lain dengan cangkul membersihkan rumput liar di pinggir jalanan serta berbagi kegiatan lainnya.

Kegiatan kerja bakti kampung beginian biasanya di kampung kampung lain hanya di ikuti untuk perwakilan masing-masig keluarga, atau bahkan banyak yang mulai di tinggalkan. namun kegiatan di kampung janti yang kulihat ini begitu luar biasa antusias warga, tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan semua keluar ambil bagia dalam kgiatan itu. Begitu terpancar kebahagiaan mereka dengan canda tawa di tengah kegitan gotong rong yang semakin memper erat hubungan antar warga.

Sabtu, 07 Januari 2006

MERCON PIPA KALENG SUSU

Sudah Sekian Lama tidak Buka Blogger, seakan Berkarat ini blog hingga serasa berat untuk memulainya lagi hehehe.. Menjelang Bakdo Istilah untuk Hari raya di daerahku Biasanya Anak-anak memeriahkan dengan bermacam-macam mainan diantaranya yang paling marak semasa kecil Saya dahulu adalah Lon6g/Bleng-Blengan Alias Mercon/Meriam Bambu yang menggunakan bahan bakar untuk menghasilkan ledakan menggunakan minyak tanah.

Karena saat ini minyak tanah susah di dapat menjadikan Sudah jarang lagi dijumpai yang memainkan Long Bumbung atau mercon/Meriam Bambu. Dengan tidak adanya minyak tanah untuk Long Bumbong alias Mercon/Meriam Bambu justru menjadikan Anak-anak di tempatku berkreasi untuk tetap memainkan mainan dengan suara ledakan Seperti Long Bumbog atau Mercon/Meriam Bambu Beginian.

Salah satu Mainan yang menggantikan Long Bumbong alias Mercon/Meriam Bambu adalah Long/Mercon pipa Kaleng Susu Dengan Berbahan bakar Sepirtus yang dengan mudah didapat di toko-toko bahan bangunan. Long/Mercon/Meriam kaleng Susu ini relatif lebih bersih, Praktis dan aman namun bisa menghasilkan bunyi ledakan menggelegar sebagaimana Long Bumbong alias Meriam Bambu.
Mainan ini bisa di buat dari tabung/pipa apa saja, akan tetapi yang paling mudah di jumpai anak-anak adalah bekas kaleng Susu sehingga benda itulah yang banyak di gunakan untuk Long/Mercon Jenis ini, Membuatnya pun cukup mudah dengan bahan yang sangat murah.

BAHAN-BAHAN PEMBUATAN LONG/MERCON KALENG SUSU
  • Pipa paralon atau pipa apa saja atau di biat dari kaleng susu dengan di sambung isolasi. 
  • Botol air mineral atau sejenisnya yang seukuran dengan pipa yang disiapkan. 
  • .Pematik korek gas 
  • Semprotan bekas botol minyak wangi atau sejenisnya. 
  • Sepiritus untuk bahan bakarnya.

CARA MEMBUAT LONG/MERCON/MERIAM PIPA KALENG SUSU
  • Siapkan Pipa bisa pralon atau kalau dibuat dari kaleng susu kedua sisi penutup kaleng susu di lubangi,
  • Lalu di sambung dengan solasi hingga jadi pipa kurang lebih Satu meter.
  • Potong botol air mineral atau sejenisnya yang seukuran dengan pipa yang di siapkan tadi, lalu bagian yang ada tutupnya sambungkan pada pipa dan di tali karet atau islasi dengan rapat. 
  • Lepas tutup botolnya dan di pasang pematik korek gas elektrik sebagai pemicu ledakan natinya. 
  • Selesai sudah perakitan Long/mercon pipa kaleng susu, tinggal menyiapkan bahan bakarnya. 
  • Siapkan spirtus dalam semprotan apa saja bisa dari  bekas sempotan botol minyak wangi atua alat alat semacamnya, yang penting bisa membuat kabut dari spirtus untuk disemrotkan di tabung Long/mercon kaleng susu ini. 
  • Setelah siap buka penutup botol air mineral di ujung pipa yang telah terpasang pematik korek gas elektrik tadi 
  • Semprokan Sepirtus dari situ dan tutup kembali.
  • Angkat Long/mercon pipa ini dan di usahakan sejauh mungkin dengan telinga Tekan pematik elektrikya sehingga percikan api dari pematik membakar kabut sepirtus dalam tabung yang menyebabkan terjadi suara ledakan  (BLAMB...... .)

Untuk segera memainkan lagi buka tutupnya dan kocok-kocok itu tabung Long/mercon Paralon kaleng Susu untuk mengeluarkan udara sisa pembakaran ledakan sebelumnya agar terisi udara segar yang baru, lalu semrpotkan sebagaima proses sebelumnya.

itu minan penganti meriam bambu yang di buat dari pipa kaleng susu yang relatif lebih aman, dan praktis yang marak di mainkan anak-anak di desaku saat ini. 

mercon pipa terbuat dari kaleng susu
memasukan sepirtus dengan menyemprotkan kedalam pipa

meriam pipa pengganti meriam bambu
Pematik di tekan percikan api membakar uap sepirtus yang di semprotkan hingga terjadilah ledakan

Minggu, 01 Januari 2006

BAKDO GULA TEH GULATEH BA'DA

Gula teh ba'da

BAKDO GULA TEH GULATEH BA'DA Tradisi adat kebiasaan yang di lakukan Orang Jawa menjelang bakdo atau Hari Raya Idul fitri diantaranya adalah Badan Gula Teh yaitu pemberian gula teh dari yang muda kepada yag lebih Tua. Walau adat kebiasaan beginian sudah banyak di tinggalkan namun masih ada beberapa orang yang masih melakukannya.

Didalam memberikan gula teh itu terkadang menyuruh Anak-anakNya dan Yang unik adalah mengajarkan kata-kata di dalam menyerahkan pemberian itu yang masih menggunakan istilah zaman dahulu yang sebenarnya kini sudah tidak sesuai lagi. Sebagai Contoh Begini kata-katanya: "Pakde niki Dalem Diutus Bapak Simbok Caos Teh kalih Gulo Sesompil" Yang kurang lebih berari "PakDhe ini saya di suruh Bapak Ibu memberikan Teh serta gula seSompil".

GULA SESOMPIL. Apa maksud Gula sesompil coba?, Padahal yang di berikan adalah gula sekilo dua kilo, dan ternyata itu adalah istilah yang di gunakan zaman dahulu yang mana gula dahulu di bungkus dengan kertas dengan bentuk Contong/Kerucut yang bentuknya seperti Sompil. Sompil adalah binatang sejenis siput kecil berwarna Hitam berbentuk kerucut yang biasa hidup di kali/Sungai. Dengan maksud merendah bahwa yang diberikan hanya sedikit gula sehingga gulanya di sebut seSompil atau Sebesar Sompil yang merupakan binatang sejenis siput yang sangat kecil.

Setelah menerima Bakdan Gula Yang di berikan biasanya yang menerima akan memberikan Plitrah yang berupa uang kepada anak yang di suruh memberikan Bakdan Gola Teh Gula Teh Bakdan tadi..